Lewati ke konten utama
Seger Snow sejak 1954
Masuk Gabung

Kenapa Banyak Orang Menyebut Seger Snow "Haslin Snow"

Botol kaca yang sama sejak 1954 — dan nama yang bukan namanya sendiri. Menelusuri asal kata "haslin snow", dari London 1892 sampai meja toko di Jawa Barat.

Snowy 7 menit baca 422 pembaca
seger snow moisturizing cream dan seger snow vanishing cream
seger snow moisturizing cream dan seger snow vanishing cream

Di banyak rumah di Jawa Barat, ada satu botol kaca kecil yang seperti tidak pernah habis. Isinya krim putih, wanginya khas, dan tutupnya berbunyi klik pelan waktu dibuka. Nenek memakainya. Ibu memakainya. Dan kalau Anda tanya nama krimnya, jawabannya sering bukan nama yang tertulis di botol.

"Itu haslin."

Padahal yang di tangan mereka adalah Seger Snow Moisturizer Cream — krim yang sudah ada sejak 1954, artinya tahun ini genap 72 tahun, dan masih diproduksi dalam botol kaca yang bentuknya nyaris tidak berubah.

Kenapa namanya bisa tertukar? Ceritanya panjang, dan sebagian besar terjadi jauh sebelum Seger Snow lahir.

Krim yang umurnya 72 tahun

Seger Snow berdiri di Bandung pada 1954, sembilan tahun setelah Indonesia merdeka. Moisturizer cream dalam botol kaca itu termasuk produk paling awal — pemberitaan Bisnis.com menyebutnya bersama Seger Urang Aring dan Seger Kemiri sebagai produk yang pertama diproduksi — dan sampai sekarang masih jadi andalan.

Menurut cerita yang diturunkan di keluarga pemakainya, krim ini dulu banyak dibawa orang yang bepergian atau tinggal di daerah pegunungan. Masuk akal: udara dingin pegunungan membuat kulit cepat kering dan ketarik, dan krim pelembap sederhana adalah barang yang paling dicari.

Dari mana kata "haslin snow" datang

Ini bagian yang sering salah diceritakan, jadi mari diluruskan dengan sumbernya.

Hazeline Snow itu produk yang benar-benar ada — dan sangat tua. Kajian sejarah yang terbit di The Historical Journal (Cambridge University Press, 2024) mencatat produk ini muncul di pasar pada 1892 sebagai krim kulit bersifat obat. Pembuatnya perusahaan farmasi Inggris Burroughs Wellcome & Co, yang didirikan di London pada 1880.

Dua angka itu perlu dibedakan, karena keduanya beredar dan sering tertukar: 1880 adalah tahun berdirinya perusahaannya, sementara 1892 adalah tahun produk Hazeline Snow masuk pasar. Halaman resmi Unilever di Tiongkok, misalnya, menulis merek Hazeline "didirikan di Inggris pada 1880" — itu tahun perusahaannya.

Nama "Hazeline" sendiri adalah nama dagang untuk sediaan yang disuling dari kulit kayu witch hazel (Hamamelis virginiana) — tercatat pada arsip Burroughs Wellcome & Co yang disimpan Wellcome Collection. Jenis produknya disebut vanishing cream: krim yang menyerap cepat dan tidak meninggalkan kesan berminyak, berbeda dari krim-krim berat yang umum di zaman itu.

Kenapa namanya bisa begitu melekat di Asia? Karena memang dipasarkan besar-besaran di sini sejak awal 1900-an, dan buktinya masih bisa dilihat sendiri. Arsip koran resmi Perpustakaan Nasional Singapura menyimpan iklannya di The Straits Times edisi 17 November 1913, yang menyebut Hazeline Snow sebagai balsam kecantikan tiada tara. Kajian Cambridge tadi juga menelusuri khusus bagaimana Hazeline dipasarkan di India dan Cina sepanjang 1908–1957 — dan mencatat bahwa kata "Snow" di sana berkembang jadi istilah umum untuk jenis krim tersebut, bukan lagi nama satu merek.

Persis seperti orang menyebut semua air mineral dengan satu nama merek. Di lidah orang Indonesia, "Hazeline" lama-lama jadi "haslin".

Yang biasanya keliru diceritakan

Ada dua hal yang sering tertukar saat cerita ini diturunkan dari mulut ke mulut. Untuk keduanya, kami perlu menyebutkan sejauh mana kami bisa membuktikannya — dan sejauh mana tidak.

"Hazeline itu merek Malaysia." Bukan. Asal-usulnya Inggris: perusahaannya berdiri di London 1880, produknya masuk pasar 1892. Soal kenapa botol yang beredar di Asia Tenggara belakangan bertuliskan Malaysia, itu tidak berhasil kami buktikan dari sumber resmi mana pun — versi sebelumnya di halaman ini menyatakannya sebagai fakta, dan itu kami tarik.

"Hazeline dibeli oleh Citra." Yang bisa kami pastikan: Unilever memiliki kedua merek itu — Hazeline muncul di situs resmi Unilever Tiongkok, Citra di situs resmi Unilever Indonesia. Yang tidak bisa kami pastikan adalah cerita peleburan nama Hazeline ke dalam lini Citra di Indonesia. Kami tidak menemukan keterangan resmi soal itu, jadi pernyataan lama kami di sini juga kami tarik.

Hasil akhirnya tetap seperti yang diingat orang: botol Hazeline yang dulu itu tidak lagi mudah dicari. Tapi kebiasaan menyebutnya tidak ikut hilang.

Lalu kenapa Seger Snow yang dipanggil "haslin"?

Di sinilah bagian yang tidak ada di arsip mana pun — ini cerita dari balik meja toko, yang kami dengar berulang kali dari pemilik toko lama dan dari pelanggan yang sudah puluhan tahun memakai produk kami.

Orang datang ke toko dan bilang, "Bu, beli haslin."

Barangnya tidak ada. Tapi yang dimaksud pembeli sebenarnya jelas: krim putih dalam botol kecil, untuk melembapkan wajah. Maka yang diberikan penjual adalah krim yang paling mendekati — dan sering kali itu Seger Snow.

Diulang bertahun-tahun, oleh ribuan pembeli dan ratusan toko, kebiasaan itu mengendap. Anak-anak yang tumbuh melihat ibunya memakai botol itu ikut menyebutnya "haslin", tanpa pernah tahu bahwa nama aslinya lain.

Kami tidak bisa membuktikan cerita ini dengan dokumen. Tidak ada catatan penjualan yang menyimpan percakapan di meja toko. Tapi cerita yang sama muncul dari terlalu banyak orang di tempat berbeda untuk sekadar kebetulan.

Dan sekarang, "haslin seger" memang merek kami sendiri

Ada satu hal yang membuat cerita ini berbelok — dan bagian ini bisa Bapak dan Ibu periksa sendiri di pangkalan data resmi negara.

Perusahaan induk Seger Snow, PT Seger Surya, mendaftarkan merek HASLIN SEGER ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual. Datanya tercatat di Pangkalan Data Kekayaan Intelektual (PDKI):

KeteranganIsi
Nama merekHASLIN SEGER + Lukisan
Nomor registrasiIDM001381774
Tanggal registrasi23 September 2025
Nomor permohonanDID2025025002
Tanggal pengajuan18 Maret 2025
Kelas3 (kosmetik dan sediaan perawatan)
PemilikPT Seger Surya, Kota Bandung
StatusDidaftar, berlaku sampai 18 Maret 2035

Artinya, kalau hari ini seseorang datang ke warung dan berkata "Bu, beli haslin seger" — itu tidak keliru. Yang ia sebut memang merek terdaftar milik perusahaan yang sama dengan Seger Snow.

Tapi kami perlu jujur soal urutan waktunya, karena mudah sekali disalahpahami: pendaftaran ini baru dilakukan pada 2025. Ia tidak membuktikan bahwa nama "haslin seger" sudah dipakai sejak 1954, dan tidak menjelaskan mundur kebiasaan orang menyebut krim kami "haslin" puluhan tahun sebelumnya. Yang terjadi justru sebaliknya, dan menurut kami itu lebih menarik: sebutan yang tumbuh sendiri di masyarakat lebih dulu ada, baru kemudian didaftarkan sebagai merek.

Kalau Anda ingin memeriksanya sendiri, buka pdki-indonesia.dgip.go.id, pilih pencarian Merek, lalu ketik haslin. Satu-satunya hasil yang keluar adalah merek milik PT Seger Surya di atas. Kami sengaja tidak memasang tautan langsung ke halaman rinciannya, karena alamat halaman itu tidak stabil — dibuka dari luar aplikasinya, tautan tersebut tidak terbuka. Nomor registrasinya yang di atas jauh lebih bisa diandalkan.

Yang perlu kami tegaskan

Supaya tidak ada salah paham, kami ingin jelas soal ini:

Seger Snow bukan Hazeline

Seger Snow adalah merek sendiri, berdiri di Bandung sejak 1954, tidak berafiliasi dengan Hazeline, Citra, maupun Unilever. Formulanya berbeda, perusahaannya berbeda, dan sejarahnya berbeda.

HASLIN SEGER adalah merek terdaftar milik PT Seger Surya sendiri (registrasi IDM001381774, 2025) — merek kami, bukan merek pihak lain, dan bukan pula klaim bahwa produk kami adalah pengganti resmi merek mana pun.

Sebutan "haslin snow" yang beredar di masyarakat sendiri bukan nama produk kami. Ia tumbuh dari kebiasaan menyebut, bukan dari kemasan.

Kami menceritakan ini justru karena sering ditanya. Lebih baik dijelaskan apa adanya daripada dibiarkan jadi cerita yang makin melenceng.

Kenapa krim sesederhana ini bertahan

Krim pelembap dasar bekerja dengan cara yang tidak rumit: menahan air di lapisan terluar kulit, dan mengurangi penguapan. Bahan seperti gliserin menarik air; bahan berminyak menguncinya.

Tidak ada yang canggih di situ. Tapi justru itu alasannya bertahan: kebutuhannya tidak pernah berubah. Kulit yang kering di udara dingin pada 1954 dan kulit yang kering di ruangan ber-AC pada 2026 sebenarnya minta hal yang sama.

Yang perlu jujur kami sampaikan juga: krim pelembap tidak memutihkan kulit, tidak menghilangkan flek, dan tidak menggantikan tabir surya. Ia melembapkan. Itu saja — dan itu memang sudah cukup berguna.

Botol kacanya

Botol kaca lebih berat, lebih mahal, dan lebih mudah pecah daripada plastik. Secara hitungan biaya, menggantinya sudah lama masuk akal.

Tapi botol itu bagian dari bagaimana orang mengenali produknya. Bunyi tutupnya, beratnya di tangan, cara krimnya diambil dengan ujung jari — untuk banyak pemakai, itu semua bagian dari ingatannya. Jadi bentuknya dipertahankan.

Punya versi cerita Anda sendiri?

Kalau nenek atau ibu Anda termasuk yang menyebut krim ini "haslin", kami ingin mendengar ceritanya — dari daerah mana, sejak kapan, dan bagaimana beliau memakainya.

Kalau Anda menyimpan kemasan Seger Snow yang lama, fotonya akan sangat berarti untuk arsip kami.

Ceritakan di komunitas →


Bacaan lain: Tujuh Dekade Seger Snow dan Apa Itu Gliserin.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah "haslin seger" itu merek resmi?

Ya. HASLIN SEGER + Lukisan adalah merek terdaftar milik PT Seger Surya, perusahaan yang sama dengan Seger Snow, dengan nomor registrasi IDM001381774 tertanggal 23 September 2025, kelas 3 untuk kosmetik dan sediaan perawatan, berlaku sampai 18 Maret 2035. Datanya bisa diperiksa sendiri di Pangkalan Data Kekayaan Intelektual DJKI dengan kata kunci haslin.

Kalau saya minta "haslin seger" di warung, apakah salah?

Tidak. Itu memang nama merek terdaftar milik PT Seger Surya. Yang perlu diluruskan hanya urutan waktunya: pendaftaran mereknya dilakukan pada 2025, sementara kebiasaan masyarakat menyebut krim ini haslin sudah berlangsung jauh lebih lama. Sebutannya tumbuh lebih dulu, pendaftarannya menyusul.

Apakah Seger Snow sama dengan Hazeline Snow?

Bukan. Seger Snow adalah merek sendiri yang berdiri di Bandung sejak 1954 dan tidak berafiliasi dengan Hazeline, Citra, maupun Unilever. Haslin snow hanya sebutan yang tumbuh di masyarakat, bukan nama produk kami.

Hazeline Snow itu merek dari mana?

Dari Inggris. Kajian sejarah di The Historical Journal terbitan Cambridge University Press mencatat produk ini muncul di pasar pada 1892, dibuat perusahaan farmasi Burroughs Wellcome & Co yang berdiri di London pada 1880. Namanya berasal dari Hazeline, nama dagang sediaan yang disuling dari kulit kayu witch hazel.

Kenapa 1880 dan 1892 sama-sama disebut?

Karena keduanya menandai hal berbeda. 1880 adalah tahun berdirinya perusahaan Burroughs Wellcome & Co di London. 1892 adalah tahun produk Hazeline Snow mulai beredar di pasar. Halaman resmi Unilever Tiongkok menyebut angka 1880, yang merujuk pada berdirinya perusahaannya.

Benarkah Hazeline merek Malaysia?

Tidak. Asal-usulnya Inggris. Cerita bahwa produknya belakangan diproduksi dan diedarkan dari Malaysia atau Singapura tidak berhasil kami buktikan dari sumber resmi, jadi kami tidak lagi menyatakannya sebagai fakta di artikel ini.

Sejak kapan Hazeline Snow dipasarkan di Asia?

Setidaknya sejak awal 1900-an, dan buktinya masih bisa dilihat sendiri. Arsip koran Perpustakaan Nasional Singapura menyimpan iklan Hazeline Snow di The Straits Times edisi 17 November 1913.

Sumber

Angka dan pernyataan di artikel ini merujuk pada terbitan di bawah. Silakan diperiksa sendiri.

  1. Merek terdaftar HASLIN SEGER + Lukisan, nomor registrasi IDM001381774, pemilik PT Seger Surya (cari kata kunci: haslin) Pangkalan Data Kekayaan Intelektual, Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual
  2. Marketing Modernity, Selling Hazeline: A Comparative Study of Indian and Chinese Markets, 1908-1957 The Historical Journal (Cambridge University Press), Vol. 67 No. 2, 2024
  3. The Hazeline brand of the active principles distilled from the bark of witch hazel, hamamelis virginiana (arsip Burroughs Wellcome & Co.) Wellcome Collection, London; item bertarikh 1890-1899
  4. Iklan Hazeline Snow, The Straits Times, 17 November 1913 NewspaperSG, National Library Board Singapura
  5. Burroughs, Wellcome and Co Grace's Guide to British Industrial History
  6. Hazeline (夏士莲) Unilever China (situs resmi)
  7. Seger Snow Jadi Brand Skin Care Asli Indonesia Pertama yang Rambah Dunia Metaverse Bisnis.com Bandung, 26 April 2022

0 Komentar

Punya pengalaman atau pertanyaan? Masuk dulu untuk ikut berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.