Lewati ke konten utama
Seger Snow sejak 1954
Masuk Gabung

Cara Membaca Label Skincare: Memahami Daftar INCI Tanpa Pusing

Anda tidak perlu latar belakang kimia. Cukup tahu tiga hal, dan label yang tadinya membingungkan jadi masuk akal.

Snowy 5 menit baca 330 pembaca
cara baca label skin care
cara baca label skin care

Daftar komposisi di belakang kemasan skincare terlihat seperti dibuat untuk tidak dibaca: huruf kecil, istilah Latin, dan panjangnya minta ampun. Padahal isinya adalah satu-satunya informasi di kemasan yang wajib jujur.

Klaim di bagian depan boleh puitis. Daftar di belakang tidak boleh.

Tiga hal yang perlu Anda tahu

1. Semua produk memakai bahasa yang sama

Sistemnya bernama INCI (International Nomenclature of Cosmetic Ingredients), disusun oleh sebuah komite penamaan internasional. Berkat sistem ini, air ditulis Aqua, gliserin ditulis Glycerin, dan lidah buaya ditulis Aloe Barbadensis Leaf Juice.

Satu catatan yang perlu kami perbaiki dari versi awal artikel ini: penulisannya tidak persis sama di semua negara. Di Uni Eropa dan kawasan ASEAN — termasuk produk yang beredar di Indonesia — nama INCI dipakai apa adanya. Di Amerika Serikat, aturannya mensyaratkan nama umum berbahasa Inggris lebih dulu, dengan nama INCI di dalam kurung: Water (Aqua), Fragrance (Parfum).

Jadi bentuk tulisannya bisa sedikit berbeda, tapi bahannya sama. Sekali Anda hafal sepuluh nama, Anda tetap bisa membaca label produk mana pun.

2. Urutannya berarti (dengan satu pengecualian yang sering salah dikutip)

Bahan dicantumkan dari kadar terbanyak ke paling sedikit. Aturan ini tertulis di Pasal 19 regulasi kosmetik Uni Eropa, dan aturan yang setara berlaku di Amerika Serikat.

Jadi kalau Aqua ada di urutan pertama — dan itu berlaku untuk sebagian besar produk berbasis air — memang air adalah komponen terbesarnya. Ini normal dan bukan tanda produk murahan; air adalah pelarut yang diperlukan.

Pengecualiannya, dan bunyinya penting: bahan dengan kadar di bawah 1% boleh ditulis dalam urutan bebas — tetapi hanya setelah semua bahan yang berkadar di atas 1%. Kalimat "setelah" ini sering hilang saat aturannya diceritakan ulang, termasuk di versi awal artikel ini.

Akibatnya bagi pembaca label: urutan bisa dipercaya untuk bahan-bahan besar di kepala daftar, dan tidak bisa dipercaya untuk ekornya. Bahan aktif yang memang efektif pada kadar kecil sering berada di bagian bawah — posisi di akhir tidak otomatis berarti "cuma tempelan".

Sebagai patokan praktis — dan ini kebiasaan formulasi, bukan aturan hukum — pewangi dan pengawet umumnya dipakai di bawah 1%.

3. Nama panjang bukan berarti bahan kimia berbahaya

Tocopheryl Acetate adalah vitamin E. Butyrospermum Parkii Butter adalah shea butter. Sodium Chloride adalah garam dapur.

Sebaliknya, "alami" tidak otomatis berarti aman — minyak esensial dari tumbuhan termasuk penyebab alergi kulit yang cukup sering.

Pewangi: yang perlu dicari bukan kata "Parfum"

Bagian ini kami tambahkan, karena sebelumnya justru yang paling berguna malah tidak ada.

Regulasi Uni Eropa membolehkan seluruh campuran pewangi diringkas jadi satu kata: Parfum atau Aroma. Tetapi regulasi yang sama mewajibkan zat pewangi tertentu yang diketahui memicu alergi dicantumkan sendiri, terpisah, di samping kata "parfum" itu.

Artinya kalau kulit Anda pernah bereaksi terhadap wewangian, yang perlu Anda cari bukan posisi kata Parfum di daftar — melainkan nama-nama alergennya sendiri: Limonene, Linalool, Citral, Geraniol, Eugenol, dan sejenisnya. Nama-nama itu wajib tertulis kalau kadarnya melewati ambang tertentu.

Peta cepat daftar bahan

KelompokContoh nama INCIFungsinya
PelarutAqua, Alcohol Denat., Butylene GlycolMelarutkan bahan lain
HumektanGlycerin, Sodium Hyaluronate, PanthenolMenarik dan mengikat air
EmolienCetearyl Alcohol, Squalane, Caprylic/Capric TriglycerideMelembutkan permukaan kulit
OklusifPetrolatum, Dimethicone, Shea ButterMencegah air menguap
Bahan aktifNiacinamide, Salicylic Acid, Retinol, Ascorbic AcidMengatasi masalah spesifik
PengemulsiCetearyl Olivate, Polysorbate 60Menyatukan minyak dan air
PengawetPhenoxyethanol, Sodium BenzoateMencegah pertumbuhan bakteri & jamur
Pewangi & warnaParfum, CI 77491Aroma dan warna

Soal CI 77491 dan angka-angka CI lainnya: penomoran Colour Index itu yang dipakai di Uni Eropa dan kawasan ASEAN. Di Amerika Serikat zat warna ditulis dengan nama resmi FD&C atau D&C, dengan nomor CI hanya sebagai keterangan dalam kurung.

Satu catatan tentang pengawet: sering dianggap "bahan jahat", padahal produk berbasis air tanpa pengawet justru berisiko — ia bisa menjadi tempat bakteri dan jamur berkembang. Kami tidak mencantumkan berapa cepatnya, karena tidak menemukan sumber resmi yang menyebut angkanya.

Cara membaca label dalam lima langkah

  1. Lihat lima nama pertama. Ini menentukan karakter produk — apakah berbasis air, minyak, atau silikon.
  2. Cari bahan aktif yang dijanjikan iklan. Kalau kemasan depan berteriak "niacinamide" tapi namanya tidak ketemu di daftar, itu masalah.
  3. Cari nama alergen pewangi, bukan posisi kata Parfum — lihat penjelasan di atas.
  4. Cek bahan yang pernah membuat Anda bereaksi. Semua orang sebaiknya punya daftar pribadi ini.
  5. Periksa nomor BPOM. Cari kode notifikasi di kemasan — untuk kosmetik produksi Asia termasuk produk lokal, nomornya diawali NA — lalu cocokkan lewat layanan cek resmi BPOM. Nomor yang tidak ditemukan adalah tanda bahaya.

Klaim di kemasan: mana yang punya arti

TulisanArtinya
SPF 30Terukur lewat metode uji baku dan diatur. Punya arti nyata.
Terdaftar BPOMBisa diverifikasi sendiri lewat nomor notifikasinya. Punya arti nyata.
HypoallergenicFDA menyatakan tidak ada standar atau definisi resmi yang mengatur pemakaian istilah ini. Artinya samar.
Non-comedogenicSama seperti di atas: tidak ada standar baku yang mengaturnya.
Dermatologically testedDiuji — tapi tidak ada aturan yang menetapkan ujinya seperti apa, atau bahwa hasilnya harus lulus. Kami belum menemukan sumber regulator untuk istilah ini.
Chemical freeSecara harfiah mustahil. Air pun bahan kimia.
100% alamiKami tidak menemukan definisi hukum yang seragam untuk istilah ini.

Kalau Anda hanya punya sepuluh detik

Baca lima bahan pertama dan cek nomor BPOM. Dua hal itu saja sudah menyaring sebagian besar produk yang tidak layak dibeli.


Bingung dengan satu nama bahan di produk yang sedang Anda pakai? Tulis di komunitas — sertakan fotonya kalau bisa, dan kami akan bantu membacakan.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa itu INCI?

INCI adalah singkatan dari International Nomenclature of Cosmetic Ingredients — sistem penamaan bahan kosmetik yang disusun sebuah komite penamaan internasional dan dipakai lintas negara. Perlu dicatat, di Amerika Serikat aturannya mensyaratkan nama umum berbahasa Inggris lebih dulu dengan nama INCI di dalam kurung, misalnya Water (Aqua).

Apakah urutan bahan menunjukkan kadarnya?

Untuk bahan-bahan besar di kepala daftar, ya. Regulasi kosmetik Uni Eropa dan aturan setara di Amerika Serikat mewajibkan urutan dari kadar terbanyak. Tetapi bahan berkadar di bawah satu persen boleh ditulis dalam urutan bebas, asalkan ditempatkan setelah semua bahan yang di atas satu persen. Jadi ekor daftar tidak bisa dibaca sebagai urutan kadar.

Kulit saya sensitif terhadap pewangi. Apa yang harus dicari di label?

Bukan posisi kata Parfum, melainkan nama alergennya sendiri. Regulasi Uni Eropa mewajibkan zat pewangi tertentu yang diketahui memicu alergi dicantumkan terpisah di daftar bahan, di samping kata parfum. Contohnya Limonene, Linalool, Citral, Geraniol, dan Eugenol.

Apakah tulisan hypoallergenic bisa dipercaya?

FDA menyatakan tidak ada standar atau definisi resmi yang mengatur pemakaian istilah hypoallergenic, sehingga artinya bergantung pada penafsiran masing-masing produsen. Hal yang sama berlaku untuk non-comedogenic.

Bagaimana cara mengecek apakah produk terdaftar di BPOM?

Cari nomor notifikasi pada kemasan. Untuk kosmetik produksi Asia termasuk produk lokal Indonesia, nomornya diawali huruf NA. Cocokkan nomor itu melalui layanan cek resmi BPOM. Jika nomor tidak ditemukan atau datanya tidak cocok dengan produk, sebaiknya jangan dibeli.

Sumber

Angka dan pernyataan di artikel ini merujuk pada terbitan di bawah. Silakan diperiksa sendiri.

  1. Regulation (EC) No 1223/2009 on cosmetic products, Pasal 19 (Penandaan) EUR-Lex, Uni Eropa, 2009
  2. 21 CFR 701.3 — Designation of ingredients eCFR / U.S. Food and Drug Administration
  3. Cosmetic Ingredient Names U.S. Food and Drug Administration (FDA)
  4. Hypoallergenic Cosmetics U.S. Food and Drug Administration (FDA)
  5. INCI — International Nomenclature Cosmetic Ingredient Personal Care Products Council (PCPC)
  6. Tahukah Kamu... Nomor Izin Edar Kosmetik? Balai Besar POM di Padang (BPOM RI)

0 Komentar

Punya pengalaman atau pertanyaan? Masuk dulu untuk ikut berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.